Friday, September 9, 2016

SUNNAH RASUL 002

BAB (BUANG HAJAT) DALAM ISLAM Di antara kesempurnaan Islam adalah mengajarkan kepada pemeluknya segala sesuatu yang mendatangkan manfaa... thumbnail 1 summary

BAB (BUANG HAJAT) DALAM ISLAM

Di antara kesempurnaan Islam adalah mengajarkan kepada pemeluknya segala sesuatu yang mendatangkan manfaat bagi mereka dan semua perkara yang bisa menambah pahala bgi mereka, walaupun itu sampai tata cara buang air. Di antara tuntunan tersebut adalah yang wajib hukumnya dan sebagian lagi ada yang sunnah.

Dianjurkan buang air ( BAB ) dalam keadaan jongkok. Aisyah RA berkata: "Barangsiapa yang menceritakan kepada kalian bahwa Nabi SAW buang air kecil sambil berdiri, maka janganlah kalian percaya. Beliau tidak pernah buang air kecil kecuali sambil duduk". (Hadits Riwayat Tirmidzi). "sambil duduk." maksudnya yaitu dengan jongkok. Jongkoknya Nabi SAW ketika buang air kecil ini, tidak terlepas dari kondisi jaman itu dan dari pakaian yang beliau pakai. Pada jaman Nabi, WC terletak di dalam tanah yang ditutup dengan besi berlubang. Salah seorang sahabat pernah mengawasi ternyata Rasulullah SAW melakukan buang air besar ( BAB ) dengan posisi jongkok dengan sedikit jinjit.

Secara medis, buang air besar ( BAB ) dengan posisi jongkok dapat mencegah terjadinya Kanker Usus Besar. Saat BAB dengan posisi duduk, usus bagian bawah akan tertekuk sehingga proses pembuangan tidak dapat berlangsung efektif tanpa bantuan mengejan. Padahal, mengejan sambil menahan nafas akan meningkatkan tekanan dalam usus bagian bawah serta menyebabkan regangan dan pembengkakan pembuluh darah balik membentuk wasir, terutama jika kebiasaan ini dilakukan secara kontinyu dalam jangka waktu lama.

Toilet duduk membuat orang nyaman saat buang air besar ( BAB ). Padahal, cara terbaik saat BAB adalah dengan jongkok. Seorang Gastroenterology, Henry L. Bockus menjelaskan bahwa postur ideal untuk buang air besar memang jongkok. dengan paha bertekuk ke perut, kapasitas rongga perut sangat berkurang dan tekanan intraabdomen meningkat, sehingga mendorong keluarnya kotoran dalam perut. selain itu, tekanan otot paha di perut bagian bawah membantu bertenaga dan menjadi bersih. Sementara BAB dalam posisi duduk membuat seseorang dalam mode kontinensia. Hal ini membuat buang air besar menjadi sulit dan tidak selesai. "Waktu lebih yang dihabiskan dengan posisi duduk diperlukan uantuk mengejan berlebihan dalam rangka mendorong kotoran dalam perut melalui sudut rectoanal, sedangkan pada postur jongkok kurang membutuhkan mengejan karena kotoran terdorong keluar di sepanjang saluran yang terbuka." kata sebuah penelitian yang diterbitkan Jurnal Digestive Diseases and Sciences.

Dalam pengamatan di sejumlah negara kurang maju yang masih buang air besar jongkok menunjukkan masalah dalam BAB lebih rendah, sebaliknya dengan negara-negara maju yang BAB dengan duduk, dimana lebih banyak laporan yang bermasalah dalam BAB. Cara memperkaya makanan yang berserat tampaknya belum menunjukkan perubahan yang signifikan.

Diantara keagungan syariat Islam yang penuh berkah adalah tidak tersisa satu kebaikan pun, besar maupun kecil, kecuali telah diperintahkan dan dianjurkan oleh syariat. Dan tidak ada satu pun keburukan, yang besar maupun kecil, kecuali dilarang olehnya. Sungguh sebuah syariat yang maha komplit dan indah dari segala segi.


sumber:MU, google, wikipedia, dll

No comments

Post a Comment